Langsung ke konten utama

Game Level 11 hari ke 7

Presentasi hari ke 7 Kelompok 9

Pentingnya Mendampingi Anak di Masa Pubertas

Orang tua, sebagaimana takdirnya ketika Allah memberi amanah berupa anak, maka tugas dan kewajibannyalah mendampingi anak disetiap keadaan hingga saatnya ketika Allah menghisap kita dengan amanah yang kita emban.

Masa pubertas pada seorang anak merupakan masa yang sangat krusial. Hampir-hampir dimasa ini ujian sebagai orang tua. 
Saya merasakannya, menjelang baliqnya dan beberapa saat sesudahnya seorang anak adalah masa penuh ujian bagi orang tua. 

Secara teori dimasa ini terjadi beberapa hal:
1. Perubahan emosi : Emosi yang labil , sedih, bingung , perasaan meluap-luap dan perubahan suasana hati , sentimentil, mudah marah , merasa tidak dipahami oleh keluarga dan teman.
2. Perubahan semua aspek perkembangan untuk menjadi dewasa (transisi)

Lalu bagaimana peran orang tua :
1. Mengajarkan sholat dan ibadah wajib lainnya sejak usia 7 tahun
2. Corretive action di usia 10 tahun
3. Tidak melihat aurat lawan jenis
4. Mengajarkan adab meminta izin memasuki kamar orang tua
5. Mulai menyadarkan akan dihisabnya usia keislaman dan keimanan anak.

Apa persiapan yang harus dilakukan dalam mendampingi anak menjelang baliq:
1. Persiapan ideologis 
2. Persiapan psikologis 
3. Persiapan fisik.
Hal-hal yang dapat dilakukan dalam persiapan ideologis :
1. Mengajarkan konsep tauhid
2. Menyadarkan pentingnya ibadah wajib dan konsekuensinya 
3. Mendekatkan anak pada Al Qur'an sebagi pedoman hidup
4. Segragasi gender 

Persiapan Psikologis 
1. Memperbaiki pola komunikasi, ingat anak tidak suka dicereweti, diperintah dan disuruh - suruh. Komunikasi produktif sangat penting 
2. Selalu berada dalam kesepakatan antara ayah dan ibu terkait apa yang boleh dan tidak boleh
3. Puaskan waktu bermain, biarkan anak menikmati waktu bermain hingga saat dewasa tidak main-main
4. Luangkan lebih banyak waktu bersama mereka, diskusi dan menjadi pendengar yang baik
5. Ikatan keluarga yang kuat.

Persiapan fisik



Demikian resume presentasi hari ini.



#fitrahsexsualitas
#learningbyteaching
#bundasayanglevel11
#InstitutIbuProfeisonal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Refleksi Pekan Ketiga

   Pada pertemuan ketiga workshop fasilitator A Home Team kali ini semakin seru saja. Sesuai komitmen yang sudah saya buat pada awal pertemuan, bahwa hari Selasa malam adalah waktu khusus untuk hadir pada zooming A Home Team fasil.Kali ini saya bisa hadir tepat 5 menit sebelum acara dimulai. Yeiii kemajuan! Apa yang menarik pada pertemuan kali ini? Tentu saja permainannya. Saya semakin antusias mengikuti permainan pada sesi kali ini. Diawali dengan check-in yang seru, tentang hal-hal yang mengganggu dan ingin diubah selama ini. Wah surprise, dapat giliran setelah Mbak Mesa. Hmmmm, hal yang ingin ku ubah adalah sifat menunda-nunda. Seperti ini nih, menulis jurnal di akhir waktu menjelang deadline. Namun, bagian ini sudah dijawab oleh Mbak Mesa, jadi saya ambil hal yang mengganggu adalah susahnya bersikap asertif atau menolak. Cocok kan, dua hal yang menjadi hambatan terbesar adalah suka menunda dan tidak bisa menolak. Akibatnya, ya… . Begini deh! Selain check-in, peserta juga m...

A Home Team, Keluarga di Pertemuan Pertama

A Home team, rasanya sudah lama mendengar title ini. Beberapa kali founder Ibu profesional membahas tentang A Home team. Idealnya sebuah keluarga adalah sebuah team. Bahkan team dengan kualitas A. Pertanyaannya seperti apa keluarga dengan kualitas A itu? Bagaimana cara membentuk keluarga dengan kualitas A? Pertanyaan ini yang selalu berulang menggema di pikiran. Hingga saya bergabung di tim nasional dan bertemu dengan Mbak Ratna Palupi. Saya sering mendapatkan informasi seputar A Home Team. Sebuah program inovasi yang ada pada Ibu Profesional. Tapi informasi itu semakin membuat penasaran. Ketika bertemu dengan Mbak Ratna di Konferensi Perempuan Indonesia di Batu––Malang pada Februari lalu dan ngobrol sedikit tentang A Home Team, semakin menarik untuk mengetahui seperti apa program inovasi yang satu ini. Pas banget saat itu Mbak Ratna bilang bahwa A Home Team membuka kelas. Saat yang ditunggu pun tiba. Begitu ada pendaftaran recruitment A Home Team, meski saat itu saya sedang keliling b...

Master Mind and False Celebration Rubi Digi

Di ujung tapi bukan akhir dari segalanya karena tim ini bertekad untuk tetap ada meski masalah pribadi sudah menemukan solusi. Harapannya tim kami bisa memberi manfaat kepada masyarakat luas dan usai kelas Bunda Saliha ini kami siap masuk ekosistem.  Nah di ujung kelas Bunda Saliha, meski protokoler sudah dinyatakan lulus dan melakukan selebrasi pada puncak satu dekade Ibu Profesional di akhir Konferensi Ibu Pembaharuan ( KIP) tanggal 22 Desember lalu, sejatinya tak ada istilah usai dalam perjuangan tim kami, agar tetap menjadi bagian dari ekosistem ibu pembaharu. Pada kesempatan kali ini, kami akan melakukan selebrasi yang sebenarnya, sebuah koreksi atau evaluasi atas perjalanan kami sebagai anggota sebuah tim maupun kinerja tim itu sendiri. Bisa jadi ini adalah false celebration , namun ini menjadi momen penting agar kami bisa lebih baik lagi kedepannya.  Master Mind and False Celebration : Self Assessment Self assessment, merupakan evaluasi yang dilakukan oleh member tim un...